Framing Media terhadap Polemik Sertifikasi Halal di Indonesia: Analisis Robert N. Entman pada Berita Media Daring Nasional
DOI:
https://doi.org/10.62017/syariah.v3i4.7903Keywords:
framing media, sertifikasi halal, komunikasi publik, kebijakan halal, media daring, opini publikAbstract
Isu sertifikasi halal tidak lagi terbatas pada ranah kepatuhan religius, tetapi telah berkembang menjadi perdebatan mengenai ekonomi, perlindungan konsumen, efektivitas birokrasi, dan legitimasi negara. Dalam konteks tersebut, media berperan penting karena tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk cara publik memahami kebijakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana media daring nasional membingkai polemik sertifikasi halal di Indonesia sebagai bagian dari dinamika komunikasi publik kontemporer. Metode penelitian digunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis framing berdasarkan model Robert N. Entman yang menelaah empat unsur utama, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Data penelitian diperoleh dari pemberitaan Kompas.com, Detik.com, CNN Indonesia, Tempo.co, dan Republika.co.id yang dipilih secara purposif berdasarkan visibilitas nasional dan konsistensi pemberitaan isu kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan empat frame dominan, yaitu ekonomi-pragmatis, religius-normatif, birokrasi-administratif, dan politik-regulatif. Frame ekonomi menonjol pada isu biaya dan UMKM, frame religius pada perlindungan konsumen Muslim, frame birokrasi pada kesiapan tata kelola, dan frame politik pada relasi kuasa kebijakan. Temuan ini menegaskan bahwa polemik sertifikasi halal lebih banyak diperebutkan pada level makna dibandingkan substansi kebijakan, sehingga keberhasilan regulasi sangat dipengaruhi oleh narasi media yang mengiringinya.












