Digital Multicultural Literacy: Tantangan Guru di Era Media Sosial Poliarah

Authors

  • Siti Fatimah Universitas Sains Al-Qur’an Author
  • Fika Mar’atussa’adah Universitas Sains Al-Qur’an Author
  • Nurul Mubin Universitas Sains Al-Qur’an Author

DOI:

https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i2.6229

Keywords:

literasi digital, pendidikan multikultural, media sosial, kompetensi guru

Abstract

Penelitian ini menganalisis Digital Multicultural Literacy sebagai kompetensi penting yang harus dimiliki guru di era media sosial poliarah, di mana informasi bergerak secara cepat, tidak linier, dan berasal dari banyak arah. Dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan, artikel ini mengkaji landasan teori, tantangan guru, serta strategi pedagogis yang dapat diterapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurasi algoritmik, ruang gema (echo chambers), serta pertukaran konten lintas budaya dapat menjadi peluang sekaligus risiko bagi pendidikan multikultural. Guru menghadapi tantangan terkait keterampilan pedagogi digital, moderasi konflik, keterbatasan sarana, serta beban emosional dalam mengelola interaksi daring siswa. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan pedagogi kritis digital, penerapan digital storytelling bernuansa multikultural, dan pengembangan pelatihan guru berkelanjutan sangat penting dalam membangun literasi multikultural digital di sekolah Indonesia.

Downloads

Published

2025-12-21

Issue

Section

Articles

How to Cite

Siti Fatimah, Fika Mar’atussa’adah, & Nurul Mubin. (2025). Digital Multicultural Literacy: Tantangan Guru di Era Media Sosial Poliarah. MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(2), 173-177. https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i2.6229

Similar Articles

1-10 of 728

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 > >>