Transformasi Media Pembelajaran Inovatif sebagai Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i3.7125Keywords:
blended learning, digital literacy, media pembelajaran inovatif, kualitas pendidikan, transformasi digitalAbstract
Transformasi media pembelajaran di era digital belum sepenuhnya diikuti perubahan paradigma pedagogis sehingga implementasinya sering bersifat instrumental dan belum berdampak optimal terhadap kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif transformasi media pembelajaran inovatif sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan, mengidentifikasi kesenjangan antara kebijakan dan praktik, serta merumuskan strategi sistemik implementasinya. Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui penelaahan sistematis terhadap jurnal ilmiah dan sumber akademik lima tahun terakhir yang relevan dengan digitalisasi pendidikan dan kompetensi abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi Learning Management System (LMS), media interaktif, serta model blended learning dan project-based learning berkontribusi signifikan terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan, personalisasi belajar, dan capaian kompetensi berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta komunikasi. Namun, tantangan berupa kesenjangan infrastruktur, rendahnya literasi digital guru, distraksi teknologi, dan ketidaksinkronan kebijakan evaluasi masih menjadi hambatan utama. Disimpulkan bahwa transformasi media pembelajaran inovatif efektif meningkatkan kualitas pendidikan apabila diintegrasikan secara pedagogis, didukung kebijakan adaptif, dan dilaksanakan secara sistemik. Implikasinya menuntut penguatan kompetensi guru, reformulasi evaluasi autentik, serta pembangunan ekosistem pendidikan digital yang inklusif dan berkelanjutan.










