Pengaruh Kondisi Lingkungan Kandang terhadap Produktivitas Ayam Kampung di Desa Baumata, Kabupaten Kupang
DOI:
https://doi.org/10.62017/gabbah.v3i2.7245Keywords:
Ayam kampung, Baumata, cekaman panas, suhu, THIAbstract
Kondisi iklim mikro kandang merupakan faktor krusial yang menentukan keberhasilan performa produksi dan kesejahteraan unggas di daerah tropis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kondisi mikroklimat kandang terhadap perilaku dan performa ayam kampung di Desa Baumata. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan secara langsung dengan pengukuran suhu udara, kelembaban, serta pengamatan respon fisik ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu mikro di dalam kandang berkisar antara 30–34°C dengan kelembaban relatif (RH) yang cukup tinggi sebesar 70–85%. Berdasarkan rata-rata data observasi tersebut, hasil perhitungan menunjukkan nilai Temperature-Humidity Index (THI) mencapai 86,4. Nilai ini mengindikasikan bahwa ternak sedang mengalami cekaman panas (heat stress) tingkat berat karena berada jauh di atas zona termonetral ayam yang ideal (18–28°C). Lingkungan yang ekstrem tersebut memicu respons fisiologis yang intensif berupa perilaku panting sebagai upaya pembuangan panas tubuh, serta berdampak langsung pada penurunan konsumsi pakan hingga level 60–80 g/ekor/hari. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan kandang di lokasi penelitian tidak ideal bagi produktivitas ayam kampung akibat tingginya suhu dan kelembaban. Oleh karena itu, diperlukan upaya modifikasi konstruksi kandang serta perbaikan manajemen sirkulasi udara guna meminimalisir kerugian produksi dan menjaga kesehatan ternak dari dampak cekaman panas kronis di wilayah tersebut.





