Tradisi Pawang Hujan sebagai Bentuk Kearifan Lokal dalam Perspektif Multikultural

Authors

  • Nadia Dwi Safitri Universitas Sains Al-Qurán Author
  • Salis Amhailun Naja Universitas Sains Al-Qur’an Author
  • Nurul Mubin Universitas Sains Al-Qur’an Author

DOI:

https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i2.6289

Keywords:

Pawang Hujan, Budaya Lokal, Multikultural, Tradisi, Islam

Abstract

Tradisi pawang hujan merupakan praktik budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak masa lampau. Tradisi ini muncul dari kebutuhan manusia untuk menyesuaikan diri dengan alam dan mengatur keseimbangan sosial melalui ritual-ritual simbolik. Dalam konteks multikultural, tradisi pawang hujan mencerminkan keragaman keyakinan, nilai, dan pengetahuan lokal yang hidup berdampingan di Tengah Masyarakat Indonesia yang majemuk. Meskipun islam menekankan bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa atas turunnya hujan, Masyarakat memaknai pawang hujan bukan semata sebagai kekuatan mistik, melainkan juga sebagai bagian dari warisan budaya dan identitas sosial. Artikel ini berupaya meninjau tradisi pawang hujan dari perspektif multicultural meliputi pandangan budaya local, nilai religious, dan pendekatan toleransi antar kepercayaan serta mendorong pemahaman bahwa pelestarian budaya perlu disertai peneguhan nilai-nilai tauhid dan kearifan lokal.

Downloads

Published

2025-12-21

Issue

Section

Articles

How to Cite

Nadia Dwi Safitri, Salis Amhailun Naja, & Nurul Mubin. (2025). Tradisi Pawang Hujan sebagai Bentuk Kearifan Lokal dalam Perspektif Multikultural. MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(2), 209-215. https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i2.6289

Similar Articles

31-40 of 453

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 > >>