DAMPAK PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA JAGUNG HIBRIDA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN WATOPUTE KABUPATEN MUNA

Authors

  • Sulfila Universitas Halu Oleo Author
  • Abdul Gafaruddin Universitas Halu Oleo Author
  • Yusran Universitas Halu Oleo Author

DOI:

https://doi.org/10.62017/gabbah.v2i4.5460

Keywords:

Biaya, Penerimaan, Pendapatan, Jagung Hibrida

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Watopute Kabupaten Muna.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat penerimaan, biaya dan pendapatan petani sebelum dan sesudah adanya program pengembangan usaha jagung hibrida, untuk mengetahui perbandingan pendapatan petani  sebelum dan sesudah adanya program pengembangan usaha tani jagung hibrida dan untuk menganalisis Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan usaha tani jangung hibrida di Kecamatan Watopute Kabupaten Muna. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September tahun 2022 sampai bulan November tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 orang petani jagung hibrida. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode sensus dimana penelitian mengambil seluruh populasi petani jagung hibrida di Kecamatan Watopute. Analisis yang digunakan adalah Uji Beda Paired Sample T-Test dan regresi linear berganda variable Dummy. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1). total penerimaan petani jagung hibrida di Kecamatan Watopute sebelum adanya program pengembangan usaha pada tahun 2017 sebesar Rp 841.110.000 sedangkan pada tahun 2020 setelah adanya program pengembangan usaha sebesar Rp 4,237,552,500, total biaya sebelum program yang dikeluarkan oleh petani jagung hibrida di Kecamatan Watopute pada tahun  2017 sebesar Rp 169.749.966, sedangkan total biaya yang dikeluarkan setelah adanya program pengembangan usaha jagung oleh petani tahun 2020 sebesar Rp 448,523,950.00, pendapatan petani pada tahun 2017 sebelum adanya program pengembangan usaha tani jagung hibrida sebesar Rp 822.066.667 sedangkan pendapatan petani tahun 2020 setelah adanya program pengembanganusaha tani jagung hibrida mengalami peningkatan menjadi Rp 3.911.446.950. (2) terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan sebelum dan sesudah adanya program pengembangan usaha tani jagung hibrida di Kecamatan Watopute. (3) faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani jagung hibrida di Kecamatan watopute yaitu biaya pestisida umur petani, dan luas lahan, sedangkan biaya pupuk dan tingkat pendidikan petani jagung hibrida tidak bepengaruh secara signifikan.

Downloads

Published

2025-07-14

Issue

Section

Articles

How to Cite

DAMPAK PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA JAGUNG HIBRIDA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN WATOPUTE KABUPATEN MUNA. (2025). GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan, 2(4), 139-149. https://doi.org/10.62017/gabbah.v2i4.5460

Similar Articles

1-10 of 37

You may also start an advanced similarity search for this article.