Menghidupkan Tradisi Ibadah ala Aswaja An­-Nadhliyah di Era Modern

Authors

  • Desi Oktavia Universitas Sains Al-Qur’an Author
  • Anisa Shofiana Universitas Sains Al-Qur’an Author
  • Nurul Mubin Universitas Sains Al-Qur’an Author

DOI:

https://doi.org/10.62017/merdeka.v2i6.5462

Keywords:

Aswaja, tradisi ibadah, Nahdlatul Ulama, modernitas, dakwah digital, pemuda

Abstract

Tradisi ibadah ala Ahlussunnah wal Jama’ah (An-Nadhliyah) merupakan warisan berharga dari para ulama Nusantara yang mengintegrasikan ajaran syariat islam, nilai-nilai spiritual tasawuf, dan kearifan lokal. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media perekat sosial, penguatan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, serta sarana pendidikan karakter dalam kehidupan masyarakat. Berbagai amaliah seperti tahlilan, yasinan, maulidan, istighotsah, manaqiban, dan ziarah kubur telah menjadi bagian dari ekspresi keislaman masyarakat Nahdliyin yang moderat, inklusif, dan toleran. Namun, seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dan tantangan modernitas, eksistensi tradisi-tradisi ini mengalami tekanan yang signifikan.

Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, muncul berbagai tantangan yang dapat melemahkan keberlanjutan tradisi Aswaja An-Nahdliyah. Di antaranya adalah menguatnya arus puritanisme keagamaan yang cenderung menolak praktik-praktik tradisional dan menuduhnya sebagai bid’ah, munculnya gaya hidup individualis yang mengurangi minat terhadap ibadah berjamaah dan tradisi kolektif, serta rendahnya literasi keagamaan di kalangan generasi muda akibat dominasi media digital yang kurang mengedepankan nilai-nilai keislaman yang moderat. Selain itu, pendekatan dakwah yang masih konvensional juga menjadi hambatan dalam menjangkau generasi milenial dan Gen Z.

Melalui kajian ini, penulis menawarkan beberapa strategi revitalisasi yang dapat dilakukan untuk menghidupkan kembali tradisi ibadah ala Aswaja An-Nahdliyah di era modern. Strategi tersebut meliputi optimalisasi media digital sebagai sarana dakwah dan edukasi, penguatan kaderisasi Aswaja sejak usia dini melalui lembaga pendidikan formal dan nonformal, reaktualisasi tradisi keagamaan dengan pendekatan budaya yang kreatif dan kontekstual, serta pembentukan komunitas-komunitas pemuda Aswaja yang produktif dan inovatif. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa nilai-nilai Aswaja tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu bersaing secara sehat di tengah arus modernitas dan perubahan zaman.

Dengan demikian, menghidupkan kembali tradisi ibadah Aswaja bukan berarti terjebak pada romantisme masa lalu, melainkan membangun jembatan antara warisan keislaman klasik dengan kebutuhan spiritual masyarakat modern. Tradisi Aswaja, apabila dikelola secara bijak dan adaptif, akan terus menjadi kekuatan spiritual dan sosial yang mampu menjawab tantangan zaman serta menjaga harmoni dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat di Indonesia.

Downloads

Published

2025-07-14

Issue

Section

Articles

How to Cite

Desi Oktavia, Anisa Shofiana, & Nurul Mubin. (2025). Menghidupkan Tradisi Ibadah ala Aswaja An­-Nadhliyah di Era Modern. MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(6), 844-849. https://doi.org/10.62017/merdeka.v2i6.5462

Similar Articles

1-10 of 177

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 > >>