Konsep Arsitektur Neo Vernakular pada Perancangan Pusat Kebudayaan Sumbawa

Authors

  • Muhammad Nandika Universitas Teknologi Yogyakarta Author
  • Endang Setyowati Universitas Teknologi Yogyakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.62017/tektonik.v3i2.6312

Keywords:

Pusat Kebudayaan Sumbawa, Arsitektur Neo-Vernakular, Aktivasi Budaya Lokal, Ruang Publik Komunitas, Identitas Arsitektur Lokal, Pelestarian dan Kreativitas

Abstract

Perancangan Pusat Kebudayaan Sumbawa ini berupaya mengaktivasi kembali kehidupan budaya lokal melalui penyediaan ruang publik yang lebih terbuka, relevan, dan mudah diakses. Pendekatan arsitektur neo-vernakular digunakan sebagai landasan untuk menafsirkan kembali pola ruang, hubungan bangunan dengan tapak, serta prinsip materialitas yang berakar pada tradisi setempat, lalu menyusunnya menjadi komposisi ruang yang sesuai dengan kebutuhan seni dan kegiatan komunitas masa kini. Proyek ini menelaah bagaimana nilai budaya dapat diproses menjadi bahasa arsitektur baru yang tidak terjebak pada pengulangan bentuk tradisional, tetapi justru mendorong interaksi sosial dan memperkuat identitas lokal. Selain itu, rancangan program ruang serta strategi operasional ditujukan untuk menjawab kurangnya fasilitas budaya yang selama ini membatasi berkembangnya aktivitas seni di Sumbawa. Hasil akhirnya menawarkan model pusat kebudayaan yang berpotensi menjadi penggerak kreativitas sekaligus menjaga kesinambungan tradisi. Dengan demikian, desain ini diharapkan dapat menjadi simpul yang menyatukan upaya pelestarian budaya dan perubahan sosial yang sedang berlangsung. 

Downloads

Published

2026-01-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

Nandika, M., & Endang Setyowati. (2026). Konsep Arsitektur Neo Vernakular pada Perancangan Pusat Kebudayaan Sumbawa. TEKTONIK : Jurnal Ilmu Teknik , 3(2), 14-24. https://doi.org/10.62017/tektonik.v3i2.6312

Similar Articles

21-30 of 204

You may also start an advanced similarity search for this article.