Nilai Transendental sebagai Spirit Transformasi Sosial: Rekonstruksi Konseling Tauhid Integratif-Holistik di Tengah Krisis Spiritual Modernitas
DOI:
https://doi.org/10.62017/arima.v3i4.7606Keywords:
nilai transendental, transformasi sosial, konseling tauhid, integratif-holistik, spiritualitas Islam, psikologi spiritual, modernitas.Abstract
Modernitas yang ditandai oleh dominasi rasionalisme, positivisme, dan sekularisasi telah melahirkan krisis spiritual, psikologis, dan sosial dalam kehidupan manusia kontemporer. Fenomena meningkatnya kecemasan eksistensial, kehampaan makna hidup, disintegrasi sosial, serta melemahnya kesadaran moral menunjukkan adanya keterputusan manusia modern dari nilai-nilai transendental. Dalam konteks akademik, kajian mengenai nilai transendental masih cenderung bersifat normatif-teologis dan belum banyak dikembangkan sebagai paradigma integratif yang menghubungkan dimensi spiritual, psikologis, dan sosial secara holistik. Selain itu, penelitian terdahulu umumnya memisahkan pendekatan konseling spiritual dari transformasi sosial, sehingga belum menghasilkan model konseptual yang mampu menjawab krisis multidimensional masyarakat modern.
Penelitian ini bertujuan merekonstruksi nilai transendental sebagai spirit transformasi sosial melalui Pendekatan Konseling Tauhid Integratif-Holistik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filosofis-teologis dan analisis kritis-konstruktif terhadap literatur Studi Islam, tasawuf, psikologi spiritual, dan teori transformasi sosial. Secara teoritis, penelitian ini memadukan paradigma tauhid, teori transendensi, serta pendekatan integratif-holistik untuk membangun kerangka konseling yang tidak hanya berorientasi pada penyembuhan psikologis, tetapi juga transformasi kesadaran spiritual dan sosial.
Argumen utama penelitian ini adalah bahwa nilai transendental berbasis tauhid memiliki fungsi terapeutik sekaligus transformatif dalam membangun kesadaran manusia yang utuh. Konseling Tauhid Integratif-Holistik dipandang mampu menjadi paradigma alternatif dalam mengatasi krisis spiritual modernitas melalui integrasi dimensi spiritual, psikologis, dan sosial. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan model konseptual baru mengenai integrasi nilai transendental dan konseling tauhid sebagai basis rekonstruksi epistemologi psikologi spiritual dan transformasi sosial kontemporer.











