Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Mengatasi Siswa Bermasalah Di SMP Negri 3 Wonosobo
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i5.7999Keywords:
Peran Guru, Bimbingan dan Konselin, siswa bermasalahAbstract
Tindakan seperti terlambat sekolah, membolos, melanggar aturan seragam, hingga merokok menjadi bentuk perilaku bermasalah yang ditemukan di SMP Negeri 3 Wonosobo. Fenomena ini menunjukkan adanya hambatan siswa dalam mengontrol diri sesuai norma sekolah. Oleh karena itu, penanganan serius dari pihak sekolah sangat diperlukan. Tugas seorang guru tidak hanya mentransfer ilmu di kelas, tetapi juga membentuk karakter siswa. Di sinilah guru Bimbingan dan Konseling memegang peran sentral melalui pendekatan yang humanis untuk mendampingi dan mengentaskan perilaku menyimpang tersebut. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru bimbingan konseling dalam mengatasi siswa bermasalah di SMP Negeri 3 Wonosobo.
Penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif ini dilaksanakan pada Mei hingga Juni 2026 di SMP Negeri 3 Wonosobo. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan siswa bermasalah di sekolah ini berada dalam kategori cukup baik. Disimpulkan bahwa guru Bimbingan dan Konseling telah menjalankan perannya secara optimal sebagai pembimbing, teladan, pengawas, dan pengendali melalui pemantauan intensif selama jam sekolah untuk mencegah perilaku menyimpang. Ke depan, guru BK disarankan untuk terus mengedukasi siswa mengenai pentingnya pemulihan perilaku serta meningkatkan intensitas layanan bimbingan baik klasikal, kelompok, maupun individu secara lebih adaptif.










