Keterlibatan Generasi Z dalam Pengawasan Partisipatif: Studi Kasus pada Bawaslu Provinsi Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i5.7777Keywords:
Generasi Z, Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Jawa Timur, PemiluAbstract
Pengawasan pemilu di Indonesia umumnya berfokus pada peran kelembagaan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan efektivitasnya dalam menekan pelanggaran. Studi terkait partisipasi masyarakat juga cenderung menitikberatkan pada perilaku memilih (voting behavior), sehingga kajian yang menyoroti keterlibatan Generasi Z dalam pengawasan partisipatif masih relatif terbatas. Padahal, kelompok digital natives ini memiliki potensi besar dalam memanfaatkan teknologi untuk mengawal pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk keterlibatan Generasi Z dalam pengawasan partisipatif di Bawaslu Provinsi Jawa Timur beserta strategi lembaga dan dinamika yang mempengaruhinya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring 2025, serta analisis data partisipasi masyarakat (Parmas) triwulan pertama tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bawaslu Jatim berhasil mendorong partisipasi Gen Z melalui digitalisasi informasi yang adaptif dan pelatihan berbasis daring, meskipun masih dihadapkan pada tantangan berupa apatisme politik dan kendala teknis wilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun ruang digital efektif untuk pemicu antusiasme awal, kombinasi dengan ruang kaderisasi fisik yang inklusif-berjenjang menjadi kunci utama dalam merawat komitmen jangka panjang dan mengakomodasi peran aktif Gen Z, termasuk kelompok disabilitas, sebagai aktor pengawas pemilu.










