PERAN GURU PAI DALAM PENINGKATAN PENERAPAN NILAI-NILAI ISLAMI SISWA DI SMP NUSANTARA WONOSOBO
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i5.7651Keywords:
Penerapan, Guru PAI, Nilai-nilai IslamiAbstract
Seorang guru PAI yang paling banyak menghabiskan waktu dengan siswa dalam ranah pendidikan, mereka berinteraksi secara langsung setiap hari dan memberikan pembelajaran yang bukan hanya teori saja tetapi juga praktik dalam kehidupan. Peran guru PAI ini menjadi semakin penting dalam peningkatan penerapan nilai-nilai Islami untuk mencegah berbagai permasalahan pendidikan.
Rumusan masalaah dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana peran guru PAI dalam peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa di SMP Nusantara Wonosobo; 2) Bagaimana metode yang dilakukan oleh guru PAI dalam peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa di SMP Nusantara Wonosobo; 3) Apa saja tantangan yang dihadapi guru PAI dalam proses peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa di SMP Nusantara Wonosobo.
Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui peran guru PAI dalam peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa di SMP Nusantara Wonosobo; 2) Untuk mengetahui metode yang dilakukan oleh guru PAI dalam peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa di SMP Nusantara Wonosobo; 3) Untuk mengetahui tantangan yang dihadapi guru PAI dalam proses peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa di SMP Nusantara Wonosobo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitiannya bersifat penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari Kepala sekolah, Operator sekolah, guru PAI, dan juga perwakilan siswa siswi SMP Nusantara Wonosobo, Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Peran guru PAI dalam peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa terdapat beberapa metode efektif yang diterapkan oleh guru PAI dan pihak sekolah, seperti kegiatan rutin setiap pagi para siswa dan guru berjejer untuk bersalaman serta menerapkan 5S, dan juga ketika melaksanakan sholat dzhuhur berjamaah; (2) Metode yang diterapkan metode yaitu keteladanan, pembiasaan, dan nasihat, (3) terdapat tantangan yang signifikan seperti sebagian guru lain menunjukkan masih belum bisa bekerjasama, kurangnya pengawasan dari orang tua terhadap anak ketika menggunakan HP saat mereka berada di rumah, dan keberagaman latar belakang peserta didik.










