PERAN MASJID DALAM PROGRAM SEDEKAH BERAS DAN INFAK BAGI YATIM DAN DHU’AFA DIMASJID MIFTAKHUL JANNAH JATEN
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i4.7331Keywords:
masjid, sedekah beras, infak, yatim, dhu’afa, filantropi IslamAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masjid dalam pelaksanaan program sedekah beras dan infak bagi anak yatim dan kaum dhu’afa di Masjid Miftakhul Jannah Jaten. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), di mana peneliti terlibat langsung sebagai bagian dari panitia dalam kegiatan tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Miftakhul Jannah Jaten tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan filantropi umat. Program sedekah beras dan infak dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan jumlah penerima sekitar 40–45 paket sembako untuk kaum dhu’afa dan 10 santunan untuk anak yatim. Mekanisme penghimpunan dana dilakukan secara sederhana melalui sedekah beras sukarela yang dikumpulkan di tempat khusus serta infak melalui kotak khusus. Program ini memberikan dampak positif secara ekonomi, sosial, dan spiritual bagi masyarakat. Selain itu, keberhasilan program didukung oleh peran aktif panitia serta tingginya partisipasi jamaah. Dengan demikian, masjid memiliki potensi besar sebagai lembaga pemberdayaan umat yang mampu mengelola kegiatan filantropi secara efektif dan berkelanjutan.










