Institusi Baitul Mal dalam Keuangan Islam: Optimalisasi Peran Baitul Maal wa Tamwil Mengatasi Rentenir di Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.62017/jemb.v3i4.7191Keywords:
baitul mal, keuangan islam, kesejahteraan sosial, rentenir, UMKMAbstract
Penelitian ini membahas peran institusi Baitul Mal dalam sistem keuangan Islam serta optimalisasi peran Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dalam mengatasi praktik rentenir di masyarakat, khususnya di Tasikmalaya. Permasalahan yang diangkat adalah masih banyaknya pelaku usaha mikro dan masyarakat berpenghasilan rendah yang terjerat pinjaman rentenir karena keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Baitul Mal, sumber pendapatan negara dalam Islam, fungsi dan perannya dalam keuangan negara, serta implementasinya dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baitul Mal memiliki peran penting dalam menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan dana sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, BMT dapat menjadi alternatif lembaga keuangan syariah yang membantu UMKM memperoleh pembiayaan yang lebih adil dan bebas riba sehingga mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir. Dengan optimalisasi peran Baitul Mal dan BMT, diharapkan tercipta sistem ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.









