Pencegahan Radikalisme Melalui Edukasi Bijak Berbahasa di Dunia Maya pada Anak Panti Asuhan
DOI:
https://doi.org/10.62017/wanargi.v3i2.6718Keywords:
Pencegahan Radikalisme; etika berbahasa; literasi digital; media sosial; panti asuhanAbstract
Perkembangan ruang digital sebagai ruang publik. Utama telah menjadikan media sosial sebagai sarana interaksi yang tidak hanya memfasilitasi komunikasi, tetapi juga menjadi medium penyebaran narasi ideologis melalui penggunaan Bahasa provokatif, ujaran kebencian, dan pesan intolean. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pola pikir ekstrem, khususnya pada anak dan remaja yang belum memiliki pemahaman etika komunikasi digital yang memadai. Oleh karena itu, penguatan literasi digital yang berfokus pada edukasi bijak berbahasa menjadi langkah preventif yang relevan dalam upaya pencegahan radikalisme di dunia maya. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan membekali ana-anak Panti Asuhan Rumah Bahagia Pelita Kasih dengan pemahaman etika berbahasa serta keterampilan komunikasi digital yang santun dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukatif-partisipatif melalui pemaparan materi interaktif, diskusi kasus, dan simulasi mini games Bahasa yang melibatkan 15 peserta dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi ciri pesan radikal serta perubahan pola komunikasi menjadi lebih reflektif dan positif. Kesimpulannya, edukasi bijak berbahasa di ruang digital efektif memabangun kesadaran etis, karakter toleran, dan ketahanan sosial anak asuh terhadap pengaruh ideologi ekstrem di media sosial.







