Hubungan Durasi Kerja dan Posisi Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Konveksi PT. X Di Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i5.7545Keywords:
durasi kerja, ergonomi, kesehatan kerja, musculoskeletal disorders (MSDs), posisi kerjaAbstract
Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami pekerja konveksi akibat durasi kerja yang panjang dan posisi kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi kerja dan posisi kerja dengan keluhan MSDs pada pekerja konveksi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan April 2026 di salah satu usaha konveksi sektor informal di Kecamatan Cibeureum dengan jumlah responden sebanyak 37 orang menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), kuesioner penelitian, dan observasi posisi kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki durasi kerja ≥8 jam (75,7%), posisi kerja tidak ergonomis (75,7%), dan mengalami keluhan MSDs (67,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara durasi kerja dengan keluhan MSDs (p-value=0,005) dan posisi kerja dengan keluhan MSDs (p-value=0,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa durasi kerja yang panjang dan posisi kerja yang tidak ergonomis berhubungan dengan meningkatnya risiko keluhan MSDs pada pekerja konveksi. Oleh karena itu, diperlukan penerapan ergonomi kerja dan pengaturan waktu kerja untuk mengurangi risiko keluhan MSDs pada pekerja.










