Peran APSARA Authority dalam Kebijakan Pengelolaan Pariwisata Budaya di Angkor Wat, Kamboja: Upaya Perlindungan Situs UNESCO dari Overtourism
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i2.6588Keywords:
Angkor Wat, APSARA Authority, overtourism, pariwisata, pariwisata budayaAbstract
Artikel ini menganalisis efektivitas kebijakan APSARA Authority dalam mengelola kawasan Angkor Wat sebagai situs warisan budaya dunia yang menghadapi tekanan overtourism. Melalui studi literatur terhadap dokumen resmi APSARA, laporan UNESCO, serta kajian akademik mengenai pariwisata budaya dan konservasi, penelitian ini menilai bagaimana kebijakan zonasi, pengendalian wisatawan, dan konservasi arkeologi diterapkan untuk menjaga keberlanjutan situs. Temuan menunjukkan bahwa APSARA berhasil memperkuat perlindungan warisan melalui Zoning and Environmental Management Plan, pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, dan kolaborasi internasional dalam konservasi. Namun, tantangan signifikan tetap muncul akibat lonjakan wisatawan dan ketergantungan finansial pada donor asing. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan jangka panjang Angkor bergantung pada adaptasi kebijakan, peningkatan kapasitas lokal, dan integrasi prinsip pariwisata budaya berkelanjutan dalam seluruh proses pengelolaan.










