Masjid Sebagai Pusat Literasi Media : Upaya Pencegahan Berita Hoaks di Masjid Al-Mukhlisin
DOI:
https://doi.org/10.62017/jpmi.v2i6.5753Keywords:
masjid; literasi media; hoaks; masyarakat; edukasiAbstract
Fenomena penyebaran berita hoaks di masyarakat semakin mengkhawatirkan, khususnya seiring dengan pesatnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi utama. Kurangnya literasi media di kalangan masyarakat umum, termasuk jamaah masjid, membuat mereka rentan menjadi korban sekaligus penyebar informasi yang tidak terverifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Masjid Al-Mukhlisin sebagai pusat literasi media dalam mencegah penyebaran berita hoaks. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kegiatan keagamaan, wawancara dengan takmir masjid dan jamaah, serta dokumentasi kegiatan edukatif yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai agen literasi media dengan mengintegrasikan materi anti-hoaks ke dalam kajian keagamaan, pelatihan literasi digital, serta optimalisasi media sosial resmi masjid. Program-program tersebut terbukti meningkatkan kesadaran jamaah dalam memilah informasi dan membentuk budaya cek fakta sebelum berbagi. Masjid, dalam konteks ini, tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat edukasi masyarakat yang responsif terhadap isu-isu kontemporer.