GAMBARAN EPIDEMIOLOGI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPEDES KOTA TASIKMALAYA 2026
DOI:
https://doi.org/10.62017/jkmi.v3i3.7568Keywords:
DBD, surveilans epidemiologi, Puskesmas Cipedes, SKDR, pengendalian vektorAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis dengan beban kesehatan masyarakat yang signifikan di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran epidemiologi DBD berdasarkan variabel orang, tempat, dan waktu, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan sistem surveilans di wilayah kerja Puskesmas Cipedes periode Januari–Maret 2026. Penelitian menggunakan desain mixed method yang memadukan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kualitatif fenomenologi. Data kuantitatif diperoleh melalui total sampling seluruh kasus DBD tercatat, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan satu petugas surveilans menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Hasil menunjukkan Puskesmas Cipedes mencatat enam kasus pada Januari 2026, menempati peringkat ketiga tertinggi di kota tersebut, dengan distribusi terkonsentrasi di RT 05 Kelurahan Cipedes pada puncak musim hujan, konsisten dengan pola musiman DBD. Sistem pelaporan berjalan melalui SKDR mingguan dan laporan bulanan ke Dinas Kesehatan, disertai penyelidikan epidemiologi terhadap 20 rumah per kasus. Ditemukan dua hambatan struktural utama: beban kerja satu petugas surveilans yang merangkap tujuh program penyakit menular, serta penolakan sebagian warga terhadap kunjungan lapangan. Diperlukan penambahan tenaga surveilans khusus dan penguatan pendekatan berbasis komunitas melalui tokoh lokal guna meningkatkan efektivitas pengendalian DBD secara berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Najma Shafa Dhafina , Thalia Olivera Hermansyah, Kyra Rayna Adelia, Safira Adita Ramadanti, Wulan Tri Yutanti, Ruswandi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












