FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA ONIKOMIKOSIS PADA PETANI DI WILAYAH MUGARSARI, KOTA TASIKMALAYA

Authors

  • Thalia Olivera Hermansyah Universitas Siliwangi Author
  • Gina Sri Lestari Universitas Siliwangi Author
  • Muhamad Ilham Daelami Universitas Siliwangi Author
  • Hannanda Binar Universitas Siliwangi Author
  • Muhammad Vadhiel Faiz Hawari Universitas Siliwangi Author

DOI:

https://doi.org/10.62017/jkmi.v3i3.7434

Keywords:

onikomikosis, petani, higiene kaki, alas kaki, infeksi jamur kuku

Abstract

Onikomikosis adalah infeksi jamur pada kuku yang menyerang kuku jari kaki maupun tangan, dengan prevalensi lebih tinggi pada populasi yang terpapar lingkungan lembap seperti petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala onikomikosis pada petani di Wilayah Mugarsari, Kota Tasikmalaya. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1 (n = 36). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kuesioner terstruktur dan pemeriksaan fisik kuku. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan (OR = 4,375; p = 0,048), durasi paparan lumpur (χ² = 14,285; p = 0,003), kondisi alas kaki yang lembap (χ² = 8,640; p = 0,013), kebiasaan mencuci kaki (χ² = 7,388; p = 0,025), frekuensi memotong kuku (χ² = 9,106; p = 0,011), dan kebiasaan berbagi alas kaki (OR = 4,333; p = 0,038) secara signifikan berhubungan dengan gejala onikomikosis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor higiene kaki dan perilaku perlindungan diri merupakan determinan utama kejadian onikomikosis pada petani.

Downloads

Published

2026-05-11

Issue

Section

Articles

How to Cite

Thalia Olivera Hermansyah, Gina Sri Lestari, Muhamad Ilham Daelami, Hannanda Binar, & Muhammad Vadhiel Faiz Hawari. (2026). FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA ONIKOMIKOSIS PADA PETANI DI WILAYAH MUGARSARI, KOTA TASIKMALAYA. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI), 3(3), 98-107. https://doi.org/10.62017/jkmi.v3i3.7434