FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN PERNAFASAN PADA PEKERJA PEMBUATAN GULUNGAN KABEL KAYU (HASPEL) DI PABRIK X KECAMATAN TAMANSARI
DOI:
https://doi.org/10.62017/jkmi.v3i3.7324Keywords:
Gangguan Pernafasan, APD, Debu Kayu, Masa Kerja, Kayu HaspelAbstract
Gangguan pernapasan merupakan masalah kesehatan kerja yang signifikan pada industri pengolahan kayu akibat paparan debu kayu yang bersifat toksik dan iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan pernapasan pada pekerja pembuatan gulungan kabel kayu (haspel) di Pabrik X Kecamatan Tamansari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 pekerja yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square (\alpha = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami keluhan gangguan pernapasan (70%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan keluhan pernapasan (p=0,709). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja per hari (p=0,004) dan penggunaan Alat Pelindung Diri/APD (p=0,015) dengan keluhan pernapasan. Disimpulkan bahwa durasi paparan harian dan kepatuhan penggunaan APD menjadi faktor risiko utama terjadinya gangguan pernapasan dibandingkan akumulasi masa kerja. Perusahaan disarankan untuk meningkatkan pengawasan penggunaan APD masker standar SNI dan menyediakan sistem ventilasi lokal (local exhaust ventilation) untuk mereduksi konsentrasi debu di area kerja.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Faza Yu'thika Muslim, Siti Via Nuraviah, Raya Ghefira Azra, A.Aulliya Az-Zahra Ar-Rachman, Nurmaya Salsabila (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












