ANALISIS RISIKO TRANSMISI POLIO BERBASIS INDIKATOR SURVEILANS AFP DAN CAKUPAN IMUNISASI DI SULAWESI SELATAN TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.62017/jkmi.v3i3.7215Keywords:
Acute Flaccid Paralysis, Imunisasi, Pemetaan Risiko, Polio, SurveilansAbstract
Sulawesi Selatan menghadapi tantangan dalam mempertahankan status bebas polio akibat adanya celah imunitas. Penelitian ini bertujuan memetakan risiko transmisi wilayah melalui integrasi kinerja surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP) dan cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) tahun 2025. Studi deskriptif dengan pendekatan stratifikasi risiko (risk stratification) ini menggunakan data sekunder dari 24 kabupaten/kota yang dihimpun secara cross-sectional. Data dikelompokkan secara deskriptif menggunakan matriks stratifikasi risiko bertingkat berdasarkan variabel Non-Polio AFP Rate dan Cakupan IDL. Hasil menunjukkan sensitivitas surveilans provinsi tinggi (Rate 3.60) dengan kualitas spesimen prima (94%). Namun, untuk menghindari bias cut-off tunggal, kategorisasi 3 level diterapkan dan menemukan disparitas signifikan, termasuk empat kasus pending di daerah urban strategis. Hasil stratifikasi matriks mengidentifikasi adanya sebaran wilayah di tingkat risiko "Sedang" (cakupan 80-94%) dan risiko "Tinggi" (cakupan <80%), meskipun secara umum surveilans mampu mendeteksi kasus. Kesimpulannya, meskipun sistem deteksi dini berkinerja sangat baik, terdapat "kantong risiko" akibat gradasi kesenjangan imunitas. Rekomendasi utama adalah pelaksanaan imunisasi catch-up mendesak yang ditargetkan berdasarkan level kerawanan zona untuk mencegah transmisi virus.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andi Hardianti, Nurul Azizah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












