Pengaruh Budaya Keselamatan terhadap Perilaku Tidak Aman (Unsafe Action) Pekerja di Rumah Sakit
DOI:
https://doi.org/10.62017/jkmi.v3i2.6768Keywords:
keselamatan dan kesehatan kerja, manajemen risiko, pekerja rumah sakit, perilaku tidak aman, rumah sakitAbstract
Abstrak
Kecelakaan kerja di rumah sakit Indonesia meningkat 35,6%, dengan perilaku tidak aman pekerja sebagai faktor utama yang dipengaruhi oleh budaya keselamatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya keselamatan terhadap perilaku tidak aman pekerja di rumah sakit. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif pada 245 responden yang terdiri dari perawat, dokter, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya. Budaya keselamatan diukur menggunakan Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) 2.0 versi Indonesia, sedangkan perilaku tidak aman diukur dengan kuesioner tervalidasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan skor budaya keselamatan sebesar 3,59±0,58 (kategori baik) dan frekuensi perilaku tidak aman 2,48±0,68 (kategori rendah-sedang). Ditemukan korelasi negatif yang kuat antara kedua variabel (r=-0,683, p<0,001), dengan budaya keselamatan menjelaskan 56,6% variasi perilaku tidak aman. Prediktor terkuat adalah pelaporan insiden keselamatan, respons terhadap kesalahan, dan komunikasi tentang kesalahan. Rumah sakit perlu mengembangkan sistem pelaporan yang efektif, menerapkan just culture, memperbaiki rasio kepegawaian, dan mengimplementasikan pelatihan berbasis risiko.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nurani Promisetyaningrum Fitria, Rahayu Dinda Sinta, Yudhanto Satrio Bhagas (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











