BRANDING DAN STRATEGI PEMASARAN DESTINASI WISATA MUSLIM: Pendekatan Segmentasi, Peran Digital, dan Tantangan Pengembangan di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.62017/jemb.v3i6.7922Keywords:
destination branding; digital marketing; Muslim friendly tourism; strategi pemasara; wisata halalAbstract
Pariwisata halal atau Muslim friendly tourism berkembang pesat dan menempatkan Indonesia pada posisi teratas Global Muslim Travel Index (GMTI) 2023 dan 2024 bersama Malaysia. Artikel ini membahas bagaimana branding destinasi wisata halal dilakukan melalui pendekatan penyediaan fasilitas dan layanan ramah Muslim tanpa mengubah karakter destinasi secara menyeluruh, strategi pemasaran yang mencakup segmentasi pasar, targeting, dan positioning, peran digital media dalam memperkuat branding halal tourism, serta tantangan yang dihadapi dalam pengembangan sektor ini di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka bersumber dari jurnal ilmiah, laporan lembaga internasional, dan regulasi pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi Muslim friendly yang inklusif, konsistensi konten digital, serta sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci utama keberhasilan branding wisata halal Indonesia. Namun demikian, fragmentasi regulasi, rendahnya literasi halal pelaku usaha, serta ketidakkonsistenan promosi digital masih menjadi hambatan yang harus diatasi.








