Pengaruh Nilai Emosional dan Kenangan Terhadap Minat Beli Pada Produk Makanan Tradisional Di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.62017/jemb.v3i5.7702Keywords:
nilai emosional, kenangan, minat beli, makanan tradisional, nostalgiaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai emosional dan kenangan terhadap minat beli konsumen pada produk makanan tradisional di Indonesia. Perkembangan makanan modern dan perubahan gaya hidup masyarakat menyebabkan makanan tradisional menghadapi persaingan yang semakin ketat sehingga diperlukan strategi pemasaran yang mampu membangun kedekatan emosional dengan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan terkait nilai emosional, kenangan, dan minat beli konsumen. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai emosional dan kenangan berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen. Nilai emosional mampu menciptakan rasa nyaman, senang, dan kepuasan, sedangkan kenangan menghadirkan rasa nostalgia yang memperkuat keterikatan emosional konsumen terhadap makanan tradisional. Indikator yang paling dominan pada nilai emosional adalah ketenangan dan sukacita, sementara pada variabel kenangan indikator feel (pengalaman perasaan) menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan minat beli konsumen. Oleh karena itu, pelaku usaha makanan tradisional perlu memanfaatkan unsur emosional, budaya, dan nostalgia dalam strategi pemasaran agar mampu mempertahankan daya saing produk di tengah perkembangan makanan modern.








