Konsep Stabilitas Fiskal dalam Pemikiran Al-Mawardi: Relasi antara Pendapatan Negara, Pengeluaran Publik, dan Tanggung Jawab Sosial
DOI:
https://doi.org/10.62017/jemb.v3i5.7263Keywords:
Al-Mawardi, Baitul Mal, Keuangan Publik Islam, Stabilitas FiskalAbstract
Penelitian ini mengkaji konsep stabilitas fiskal dalam pemikiran Imam Al-Mawardi dengan menelaah hubungan antara pendapatan negara, pengeluaran publik, dan tanggung jawab sosial pemerintah dalam perspektif ekonomi Islam. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana prinsip-prinsip fiskal yang dikemukakan Al-Mawardi mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan negara dan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui analisis terhadap karya-karya klasik serta literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas fiskal menurut Al-Mawardi tidak hanya dimaknai sebagai keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran negara, tetapi juga mencakup aspek keadilan distribusi, efisiensi pengelolaan sumber daya, serta tanggung jawab moral pemerintah terhadap rakyat. Pengelolaan Baitul Mal menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas tersebut, yang harus dijalankan secara amanah, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umum. Dengan demikian, konsep fiskal Al-Mawardi menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan fiskal tidak hanya diukur dari aspek ekonomi semata, tetapi juga dari tercapainya keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.








