ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MENILAI KESEHATAN BANK SYARIAH: STUDI KASUS PERBANKAN INDEKS LQ45
DOI:
https://doi.org/10.62017/jemb.v3i4.7171Keywords:
rasio keuangan; bank syariah; efisiensi operasional; kesehatan bankAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran rasio keuangan dalam menilai tingkat kesehatan bank syariah serta memahami efisiensi produk yang dimiliki oleh perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang bersumber dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait perbankan syariah. Analisis dilakukan terhadap berbagai rasio keuangan yang umum digunakan dalam menilai kinerja perbankan, seperti Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Financing to Deposit Ratio (FDR), Cash Ratio (CR), dan Non Performing Financing (NPF). Hasil kajian menunjukkan bahwa rasio keuangan memiliki peran penting dalam memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan, tingkat efisiensi operasional, serta kemampuan bank syariah dalam mengelola risiko dan menghasilkan keuntungan. Selain itu, penilaian kesehatan bank juga dapat dilakukan melalui pendekatan Risk Based Bank Rating (RBBR) yang mencakup aspek Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital. Efisiensi produk bank syariah dipengaruhi oleh kemampuan manajemen dalam mengelola aset, mengendalikan biaya operasional, serta menjaga kualitas pembiayaan. Oleh karena itu, pengelolaan rasio keuangan yang baik serta peningkatan efisiensi operasional menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan daya saing perbankan syariah di industri keuangan.









