MARPEGE-PEGE SEBAGAI MODAL SOSIAL DALAM MASYARAKAT DI KELURAHAN PIJORKOLING KOTA PADANGSIDIMPUAN
DOI:
https://doi.org/10.62017/arima.v3i4.7859Keywords:
Marpege-pege, modal sosial, solidaritas sosial, budaya lokalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi tradisi Marpege-pege sebagai modal sosial serta faktor-faktor yang mempengaruhi perannya dalam memperkuat ikatan sosial masyarakat di Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan. Tradisi Marpege-pege merupakan bentuk gotong royong masyarakat Batak Angkola yang dilakukan untuk membantu warga dalam acara pernikahan maupun saat menghadapi musibah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Marpege-pege berperan dalam menumbuhkan kepercayaan, norma timbal balik, serta memperkuat jaringan sosial antarwarga. Tradisi ini juga menjadi sarana integrasi nilai budaya lokal dan agama Islam dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, Marpege-pege tidak hanya merupakan tradisi adat, tetapi juga menjadi modal sosial yang efektif dalam memperkuat solidaritas dan keharmonisan masyarakat.











