STRATEGI PENIGKATAN PARTISIPASI POSYANDU DI ERA DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.62017/arima.v3i4.7652Keywords:
Era Digital, Posyandu, Partisipasi Masyarakat, KeluargaAbstract
Perkembangan teknologi digital membawa perubahan dalam pola perilaku masyarakat, termasuk dalam pemanfaatan layanan kesehatan berbasis komunitas seperti posyandu. Kemudahan akses informasi kesehatan melalui media sosial dan internet menyebabkan sebagian masyarakat lebih memilih memperoleh informasi secara digital dibandingkan menghadiri kegiatan posyandu secara langsung. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu, khususnya pada kalangan ibu muda dan keluarga dengan aktivitas yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab menurunnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu di era digital, dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga, serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kembali partisipasi masyarakat.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku, dan publikasi resmi pemerintah pada rentang tahun 2019–2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat, kesibukan orang tua, pengaruh perkembangan teknologi digital, serta persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan posyandu menjadi faktor utama menurunnya partisipasi masyarakat. Penurunan partisipasi tersebut berdampak pada tidak optimalnya pemantauan tumbuh kembang anak, rendahnya cakupan imunisasi, berkurangnya edukasi kesehatan berbasis komunitas, serta meningkatnya risiko masalah gizi dan stunting pada anak. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat meliputi pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas pelayanan posyandu, peningkatan kapasitas kader, serta penguatan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Dalam perspektif Manajemen Sumber Daya Keluarga (MSDK), posyandu merupakan salah satu sumber daya komunitas yang penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga, sehingga partisipasi aktif masyarakat perlu terus ditingkatkan di era digital.











