Tekanan Sosial dalam Praktik Mengikuti Tren Mahasiswa: Perspektif Michel Foucault
DOI:
https://doi.org/10.62017/arima.v3i4.7419Keywords:
Disiplin Diri , FoMO, Kekuasaan, Mahasiswa, Media Sosial, Tekanan SosialAbstract
Penelitian ini membahas fenomena tekanan sosial dalam praktik mengikuti tren di kalangan mahasiswa dalam konteks masyarakat digital. Permasalahan penelitian berangkat dari kecenderungan mahasiswa mengikuti tren bukan semata sebagai ekspresi diri, tetapi sebagai bentuk penyesuaian terhadap tuntutan sosial yang berkembang di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tekanan sosial membentuk perilaku mahasiswa dalam mengikuti tren dengan menggunakan perspektif Michel Foucault. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan sosial muncul dalam bentuk Fear of Missing Out (FoMO), keinginan untuk diterima dalam kelompok sosial, serta pengaruh media sosial sebagai ruang pengawasan digital. Dalam perspektif Foucault, fenomena ini menunjukkan adanya mekanisme kekuasaan yang bekerja melalui pengawasan, normalisasi, dan disiplin diri, sehingga mahasiswa secara tidak sadar menyesuaikan perilakunya dengan standar sosial yang berlaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik mengikuti tren merupakan bagian dari konstruksi sosial dalam masyarakat digital. Implikasinya, mahasiswa perlu memiliki kesadaran kritis agar tidak sepenuhnya terjebak dalam tekanan sosial yang memengaruhi pilihan dan identitas diri.











