STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA PROVINSI LAMPUNG

Authors

  • Heri Budi Santoso Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Author

DOI:

https://doi.org/10.62017/arima.v3i1.5761

Keywords:

Daya Saing Pariwisata, Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN), Infrastruktur Pariwisata, Community-Based Tourism, Keberlanjutan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pariwisata Provinsi Lampung yang masih berada pada peringkat 24 dari 34 provinsi dalam Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) 2024. Posisi ini mencerminkan rendahnya daya saing Lampung meskipun memiliki potensi besar dari segi sumber daya alam, budaya, dan lokasi strategis. Tujuan utama penelitian adalah merumuskan strategi peningkatan daya saing pariwisata yang dapat diimplementasikan secara terukur, efektif, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis kebijakan berbasis 16 subpilar IPKN. Data penelitian diperoleh dari studi literatur, telaah dokumen kebijakan, serta data sekunder IPKN 2024, kemudian dianalisis secara tematik dengan menekankan pada hubungan antar subpilar yang memengaruhi daya saing daerah.

Hasil analisis menunjukkan bahwa tantangan utama pariwisata Lampung meliputi infrastruktur layanan yang belum memenuhi standar internasional, rendahnya kualitas dan sertifikasi tenaga kerja, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, serta lemahnya penerapan standar kesehatan, higienis, dan keselamatan. Selain itu, pengelolaan budaya dan sumber daya alam belum optimal, investasi masih minim akibat birokrasi dan regulasi yang tidak mendukung, serta promosi pariwisata yang belum terintegrasi dengan baik. Dampaknya adalah rendahnya lama tinggal wisatawan, stagnasi jumlah kunjungan, dan kontribusi kecil terhadap perekonomian daerah. Pembahasan penelitian menekankan pentingnya revitalisasi infrastruktur, sertifikasi SDM, digitalisasi promosi, penerapan penuh standar CHSE, pengembangan pariwisata berbasis budaya, serta diversifikasi produk wisata seperti MICE dan ekowisata. Selain itu, model community-based tourism dipandang mampu memperkuat inklusi sosial dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kesimpulannya, strategi peningkatan daya saing pariwisata Lampung harus dirancang secara terintegrasi dengan mengedepankan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Dengan pendekatan kebijakan yang komprehensif, Lampung berpotensi menjadi destinasi unggulan yang berdaya saing tinggi, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global

Downloads

Published

2025-08-27

Issue

Section

Articles

How to Cite

Budi Santoso, H. (2025). STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA PROVINSI LAMPUNG. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 3(1), 427-437. https://doi.org/10.62017/arima.v3i1.5761

Similar Articles

1-10 of 80

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>