Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kelelahan Kerja pada Bagian Produksi PT Maruki Internasional Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.62017/jkmi.v2i2.3987Keywords:
Kelelahan kerja, masa kerja, merokok, produksiAbstract
Abstrak
Kelelahan merupakan keluhan umum yang dialami oleh masyarakat pekerja. Kelelahan menunjukkan penurunan daya kerja dan ketahanan tubuh untuk bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masa kerja dan kebiasaan merokok dengan tingkat kelelahan kerja pada bagian produksi PT Maruki Internasional Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode cross sectional study. Sampel berjumlah 130 orang yang diperoleh dengan teknik simple random sampling. Data tingkat kelelahan kerja diperoleh dengan menggunakan kuesioner Subjective self-rating test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC), data masa kerja dan kebiasaan merokok diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesnioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja dengan tingkat kelelahan tinggi berjumlah 12 (9.2%), pekerja dengan masa kerja lama berjumlah 101 (77%) orang, dan pekerja yang merokok sebanyak 28 (21.5%) orang. Hasil analisis bivariate menunjukkan bahwa lama kerja (p=0.274) dan kebiasaan merokok (p=0.465) tidak berhubungan signifikan dengan kelelahan pekerja pada bagian produksi PT Maruki Internasional Indonesia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masa kerja dan kebiasaan merokok tidak berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi PT Maruki Internasional Indonesia.