Gambaran Pelaksanaan Surveilans Difteri Berdasarkan Komponen Sistem Di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo
DOI:
https://doi.org/10.62017/jkmi.v1i4.1557Keywords:
Surveilans, Difteri, Komponen SistemAbstract
Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacteria diphtheriae. Menurut data WHO pada tahun 2022, Indonesia menempati urutan kedua di Dunia dengan jumlah kasus difteri sebanyak 540 kasus. Kondisi kasus difteri di Kabupaten Sidoarjo, pada tahun 2020 terdapat kasus difteri sebanyak 13 kasus, pada tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 5 kasus, jumlah kematian difteri sebanyak 1 kasus dengan penyebab utama yaitu karena penyakit komorbid berupa kelainan darah, pada tahun 2022 kembali mengalami peningkatan sebanyak 10 kasus, serta 28 kasus per bulan November di tahun 2023. Penelitian ini menggambarkan pelaksanaan surveilans difteri di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo berdasarkan komponen sistem surveilans berupa input, proses, output. Informan dari penelitian ini terdiri dari 1 orang penanggungjawab surveilans dan 2 orang tenaga surveilans difteri. Hasil menunjukkan bahwa tenaga dan sarana surveilans sudah memadai, pengumpulan data dilakukan secara aktif dan pasif, pengolahan data SKDR berdasarkan waktu dan tempat, analisis data menggunakan analisis deskriptif di buletin, Diseminasi dilakukan dengan pembuatan buletin di setiap minggunya. Simpulan dari penelitian ini yaitu pelakasanaan surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo sudah sesuai dengan pedoman dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2014.