TRANSFORMASI DIGITAL ADMINISTRASI PERPAJAKAN DAERAH: ANALISIS EKOSISTEM, DAMPAK, DAN TANTANGAN IMPLEMENTASI PADA BPKAD KABUPATEN JEPARA
DOI:
https://doi.org/10.62017/wanargi.v3i4.7811Keywords:
sistem digital; pajak daerah; pelayanan publik; BPKAD; Kabupaten JeparaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan sistem digital dalam pelayanan pajak daerah pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara serta mengidentifikasi dampak dan tantangan dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus deskriptif, dilaksanakan melalui observasi partisipatif selama empat bulan, wawancara mendalam dengan delapan informan kunci yang dipilih secara purposif, serta dokumentasi sistematis terhadap sistem dan layanan digital yang dioperasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPKAD Kabupaten Jepara telah mengembangkan ekosistem perpajakan digital yang komprehensif, meliputi SIMPAD, e-PBB-P2, e-SPPT, BPHTB Online, Peta Pajak berbasis SIG, dan inovasi Undian Tapping Box. Implementasi sistem-sistem tersebut terbukti meningkatkan efisiensi administrasi, kemudahan akses layanan, serta transparansi pengelolaan pajak, yang berkontribusi pada peningkatan realisasi penerimaan pajak daerah dari Rp 124 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp 137 miliar pada tahun 2024. Namun, digitalisasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan integrasi antarsistem, kesenjangan literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta resistensi organisasi terhadap perubahan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan integrasi sistem secara menyeluruh, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan infrastruktur, serta sosialisasi yang intensif agar digitalisasi perpajakan daerah dapat berjalan secara optimal, inklusif, dan berkelanjutan.








