STUDI KELAYAKAN BISNIS BIMBINGAN BELAJAR MENTARI SEBAGAI USAHA JASA PENDIDIKAN INFORMAL DI BOYOLALI
DOI:
https://doi.org/10.62017/wanargi.v3i4.7771Keywords:
Bimbingan Belajar Mentari; Multiaspek; Studi Kelayakan BisnisAbstract
Bimbel Mentari mengalami pertumbuhan agresif sejak 2024 dengan memiliki 3 cabang dan 350 siswa di Boyolali. Namun, ekspansi cepat ini menimbulkan tantangan operasional yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan bisnis Bimbel Mentari melalui empat dimensi utama: aspek keuangan, teknis dan teknologi, pemasaran (7P), serta manajemen (POACE). Metode penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) melalui pengumpulan data primer dan sekunder untuk diuji berdasarkan kriteria kelayakan bisnis. Hasil penelitian secara multiaspek menunjukkan bahwa bisnis ini dinyatakan sangat layak dijalankan dengan hasil evaluasi spesifik pada tiap dimensinya. Dari aspek keuangan, lembaga ini sangat sehat dengan realisasi siswa di atas titik impas, memiliki Net Profit Margin (NPM) stabil di angka 28,9% pada tahun 2025, dan masa pengembalian modal (Payback Period) yang sangat cepat yaitu 1 tahun 1,5 bulan. Pada aspek teknis dan teknologi, penentuan lokasi dinilai sudah strategis, namun tata letak ruang kelas, keterbatasan lahan parkir, serta belum adanya Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis aplikasi dan optimalisasi siber/CCTV menjadi titik lemah yang membutuhkan tindakan korektif. Dari aspek pemasaran (7P), strategi bauran berhasil dieksekusi secara efektif melalui tarif yang terjangkau, diversifikasi produk privat satu-on-satu, kedekatan akses lokasi, serta kombinasi promosi digital dan kekuatan testimoni lokal. Sementara itu, dari aspek manajemen (POACE), fungsi perencanaan, pengarahan, pengawasan, dan evaluasi berjalan cukup adaptif, tetapi fungsi pengorganisasian (Organizing) masih mengalami hambatan berupa overload manajerial akibat sistem koordinasi yang terlalu tersentralisasi pada pemilik. Penelitian ini krusial sebagai instrumen vital dalam menjamin keberlanjutan usaha dan profesionalisme ekspansi di masa depan.








