BALANCED SCORECARD SEBAGAI SISTEM MANAJEMEN STRATEGIS: KAJIAN SISTEMATIS PERSPEKTIF, IMPLEMENTASI, DAN TANTANGAN DALAM KONTEKS AKUNTANSI MANAJEMEN
DOI:
https://doi.org/10.62017/wanargi.v3i3.7264Keywords:
Akuntansi Manajemen, Balanced Scorecard, Manajemen Strategis, Pengukuran Kinerja, Systematic Literature ReviewAbstract
Balanced Scorecard (BSC) pertama kali digagas oleh Kaplan dan Norton pada tahun 1992 sebagai suatu pendekatan baru dalam memandang pengelolaan strategis organisasi. Kerangka ini tidak semata-mata bertumpu pada angka-angka finansial, melainkan mengintegrasikan empat dimensi kinerja secara simultan: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Kajian ini menerapkan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) guna menelaah secara mendalam landasan konseptual, praktik penerapan, kelebihan, dan keterbatasan BSC dalam ranah akuntansi manajemen. Penelusuran literatur dilakukan melalui tiga basis data utama—Google Scholar, SINTA, dan Garuda—dengan memanfaatkan kata kunci terpilih seperti “Balanced Scorecard”, “sistem manajemen strategis”, “pengukuran kinerja”, dan “akuntansi manajemen”, mencakup rentang publikasi tahun 2014 hingga 2024. Dari total 89 artikel yang berhasil diidentifikasi, sebanyak 18 artikel dinyatakan memenuhi kriteria seleksi dan selanjutnya dikaji secara mendalam menggunakan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Temuan kajian ini menunjukkan bahwa BSC berperan jauh melampaui fungsi alat ukur semata; ia secara efektif menjembatani antara strategi jangka panjang organisasi dengan kegiatan operasional sehari-hari, memperkuat akuntabilitas manajerial, serta mendorong terbentuknya budaya pembelajaran berkelanjutan. Keberhasilan penerapan BSC secara konsisten ditentukan oleh kuatnya dukungan manajemen puncak, efektivitas penyampaian strategi ke seluruh jenjang organisasi, serta kapasitas organisasi dalam merespons dinamika lingkungan yang terus berubah.








