Arsitektur Kontemporer Dalam Perancangan Ruang Kreatif Seni Pertunjukan Tradisional Di Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.62017/tektonik.v3i2.6475Keywords:
Arsitektur Kontemporer, Pelestarian Budaya, Pusat Seni Pertunjukan, Seni Tradisional, SurabayaAbstract
Proyek ini bertujuan untuk merancang sebuah Pusat Seni Pertunjukan Tradisional di Surabaya sebagai upaya menyediakan infrastruktur budaya yang mampu merespons berkurangnya ruang ekspresi akibat modernisasi dan alih fungsi fasilitas seni, yang berdampak pada keberlangsungan kesenian lokal seperti Ludruk, Tari Remo, Kentrung, dan Kidungan. Di sisi lain, karakter iklim tropis lembab Surabaya serta tingginya kontribusi sektor bangunan terhadap emisi kota menuntut penerapan prinsip desain berkelanjutan. Penelitian ini mengintegrasikan metode pengumpulan data primer dan sekunder, analisis tapak, studi iklim, perumusan kebutuhan ruang, serta telaah preseden—termasuk Katuaq Culture Centre dan Suzhou Museum—untuk merumuskan pendekatan Arsitektur Kontemporer yang kontekstual terhadap budaya dan lingkungan. Prinsip kontekstualitas, fleksibilitas ruang, inovasi bentuk, serta strategi efisiensi energi diterapkan untuk menghasilkan rancangan yang adaptif terhadap berbagai jenis pertunjukan, serta mampu memanfaatkan pencahayaan alami, ventilasi pasif, dan integrasi lanskap sebagai bagian dari pengendalian iklim mikro. Hasil perancangan berupa konfigurasi ruang pertunjukan multifungsi, studio latihan, dan area publik budaya dengan massa bangunan yang dirancang responsif terhadap orientasi matahari dan pola angin. Secara keseluruhan, pusat seni ini diharapkan dapat menjadi fasilitator pelestarian dan revitalisasi seni tradisional Surabaya sekaligus model penerapan arsitektur kontemporer yang fungsional, inovatif, dan berkelanjutan dalam konteks urban tropis.









