Dari Fiksi Resmi ke Rekonstruksi Peradilan: Analisis Narasi Yudisial Perbandingan Perkara Ferdy Sambo dan Laquan McDonald

Authors

DOI:

https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i5.7772

Keywords:

Ferdy Sambo, Laquan McDonald, Narasi Yudisial

Abstract

Peralihan dari official fiction ke rekonstruksi yudisial tampak jelas dalam perkara Ferdy Sambo di Indonesia dan Laquan McDonald di Amerika Serikat. Yang dipersoalkan tidak hanya hasil akhir putusan atau terpenuhinya unsur delik, tetapi juga bagaimana cerita resmi mula-mula dipercaya, bukti apa yang merusaknya, dan bagaimana fakta hukum kemudian dirumuskan ulang oleh pengadilan. Dalam perkara Sambo, kepercayaan awal bertumpu pada kendali internal atas ruang kejadian, personel, dan arus informasi. Dalam perkara Laquan McDonald, kepercayaan itu bertumpu pada laporan ancaman dalam bentuk administratif kepolisian. Dasar tersebut pecah ketika disruptive evidence muncul dan tidak lagi dapat dimasukkan ke dalam cerita awal karena inti penjelasannya rusak serta urutan kredibilitas ikut berubah. Dalam Sambo, pemutusan itu terbentuk melalui akumulasi bukti. Dalam Laquan McDonald, pemutusan bertumpu pada satu bukti jangkar lalu diperkuat oleh kontradiksi administratif yang serius. Sesudah itu, pengadilan tidak hanya menolak cerita resmi, tetapi juga menyusun ulang urutan kejadian dan dasar pertanggungjawaban pidana. Dari dua perkara ini terlihat bahwa sengketa pidana yang melibatkan aparat negara sering lebih dahulu menjadi sengketa tentang siapa yang berhak menentukan fakta, sebelum berubah menjadi sengketa tentang pertanggungjawaban pidana.

Downloads

Published

2026-06-09

Issue

Section

Articles

How to Cite

Zul Khaidir Kadir. (2026). Dari Fiksi Resmi ke Rekonstruksi Peradilan: Analisis Narasi Yudisial Perbandingan Perkara Ferdy Sambo dan Laquan McDonald. MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(5), 664-674. https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i5.7772

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >>