TANTANGAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI PROGRAM BILINGUAL DI SEKOLAH AL-BANNA DENPASAR BALI
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i5.7753Keywords:
Program Bilingual, Tantangan Pembelajaran, Strategi Pendidikan, Sekolah Albanna DenpasarAbstract
Penguasaan bahasa asing di era globalisasi menjadi tuntutan penting, terutama di wilayah strategis internasional seperti Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan mendasar serta strategi implementasi program kurikulum bilingual pada mata pelajaran non-bahasa (Sains dan Matematika) di Sekolah Albanna Denpasar, Bali. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam implementasi program bilingual meliputi keterbatasan kompetensi linguistik guru non-bahasa, adanya beban kognitif ganda pada siswa yang memicu kepasifan di kelas, serta belum adanya acuan model bilingual nasional yang baku. Menghadapi tantangan tersebut, Sekolah Albanna menerapkan strategi komprehensif yang berfokus pada pelatihan pedagogis guru secara praktis melalui workshop terstruktur, simulasi classroom English, dan microteaching. Di kelas, guru mengoptimalkan teknik code-switching, demonstrasi kontekstual, serta pemanfaatan media visual dan digital interaktif. Dukungan internal berupa motivasi belajar siswa yang tinggi serta dukungan eksternal dari orang tua dan fasilitas sekolah yang memadai menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinkronisasi antara peningkatan kapasitas guru dan penggunaan strategi komunikasi yang adaptif di kelas menjadi penentu efektivitas pendidikan bilingual demi mencetak generasi yang berdaya saing global tanpa mengorbankan pemahaman materi inti pelajaran.










