Analisis kualitas layanan: Dimensi,prinsip, dan faktor penyebab rendahnya layanan
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i5.7572Keywords:
Kualitas layanan,dimensi layanan,kepuasan pelanggan,analisis gap,pelayananAbstract
Kualitas layanan menjadi faktor penentu utama kepuasan dan loyalitas pelanggan di tengah persaingan yang semakin ketat. Namun, banyak organisasi masih menghadapi permasalahan serius berupa rendahnya kualitas layanan yang bersumber dari berbagai faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kualitas layanan secara komprehensif, meliputi karakteristik, dimensi, analisis kesenjangan (gap), prinsip-prinsip pelayanan, serta faktor-faktor penyebab rendahnya kualitas layanan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur sistematis terhadap artikel jurnal akademik dan buku referensi yang relevan dan terbit dalam lima tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui identifikasi tema, sintesis lintas sumber, serta komparasi temuan dengan teori yang ada. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kualitas layanan tersusun atas lima dimensi utama dalam model SERVQUAL, yaitu keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangibles). Kesenjangan antara harapan pelanggan dan persepsi aktual terhadap layanan merupakan akar permasalahan yang paling dominan. Faktor-faktor penyebab buruknya kualitas layanan meliputi keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan, lemahnya sistem manajemen dan standar operasional prosedur, keterbatasan infrastruktur fisik, budaya organisasi yang tidak berorientasi pelanggan, serta buruknya komunikasi internal. Penelitian ini berkontribusi dalam menyajikan kerangka analisis faktor yang terintegrasi dan relevan bagi pengembangan strategi peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, baik pada sektor publik maupun swasta di Indonesia.










