Konsep Pajak dan Relevansinya Terhadap Perekonomian Islam Menurut Abu Yusuf

Authors

  • Muhammad Hilal Nurazizi Saleh Universitas Siliwangi Author
  • Wulan Safitri Universitas Siliwangi Author
  • Andini Oktavia Widayanti Universitas Siliwangi Author
  • Lina Marlina Universitas Siliwangi Author

DOI:

https://doi.org/10.62017/merdeka.v2i5.4442

Keywords:

pajak islam, Abu yusuf, Maqasamah

Abstract

 Tulisan ini mengulas konsep perpajakan dari sudut pandang ekonomi Islam dengan menitikberatkan pada
pemikiran Abu Yusuf, seorang tokoh penting dalam sejarah pemikiran ekonomi Islam klasik. Sebagai murid
utama dari Imam Abu Hanifah, Abu Yusuf memainkan peran signifikan dalam merumuskan dan
mengembangkan prinsip-prinsip kebijakan fiskal Islam, terutama terkait pajak dan peran negara dalam
pengelolaan keuangan publik. Fokus utama kajian ini adalah menganalisis bagaimana gagasan Abu Yusuf
tentang pajak, khususnya yang tertuang dalam karyanya Kitab al-Kharaj, dapat diaplikasikan dalam konteks
ekonomi Islam kontemporer. Penelitian ini juga mengevaluasi sejauh mana relevansi pemikirannya dalam
menghadapi tantangan fiskal modern, seperti kebutuhan akan sistem perpajakan yang adil, transparan, dan
berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas. Dalam pandangan Abu Yusuf, pajak bukan hanya
kewajiban finansial semata, melainkan merupakan instrumen strategis untuk mencapai keadilan sosial dan
distribusi kekayaan yang merata. Instrumen pajak seperti al-kharaj (pajak atas tanah) dan usyur (pajak
perdagangan) dipandang sebagai sarana penting bagi negara untuk memperoleh pendapatan yang kemudian
digunakan demi kemaslahatan publik. Namun, Abu Yusuf juga menekankan pentingnya keadilan dan
moderasi dalam pelaksanaan pajak agar tidak membebani rakyat secara berlebihan. Abu Yusuf
berpandangan bahwa negara memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan antara
kepentingan fiskal negara dan hak-hak ekonomi masyarakat. Negara dituntut untuk bersikap adil dalam
menetapkan besaran pajak dan menjamin bahwa hasil pajak digunakan untuk kepentingan umum, seperti
pembangunan infrastruktur, bantuan sosial, dan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat. Kajian ini dilakukan
dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka terhadap karya-karya Abu Yusuf
dan berbagai literatur sekunder yang relevan. Analisis terhadap Kitab al-Kharaj menunjukkan bahwa Abu
Yusuf telah meletakkan dasar-dasar teoritis yang kuat dalam hal etika fiskal dan peran negara dalam
ekonomi. Ia menekankan perlunya kebijakan fiskal yang tidak hanya sesuai dengan syariah, tetapi juga
mengedepankan prinsip keadilan, tanggung jawab, dan transparansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pemikiran Abu Yusuf tetap memiliki relevansi yang tinggi dalam merancang sistem perpajakan Islam di era
modern. Prinsip-prinsip yang ia ajukan dapat dijadikan pijakan normatif dalam pengembangan kebijakan
fiskal yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Negara-negara Muslim masa kini dapat mengadaptasi kerangka
pemikiran Abu Yusuf untuk menciptakan sistem perpajakan yang mendukung keadilan ekonomi,
memberdayakan masyarakat, dan memperkuat peran negara sebagai pelayan publik yang
bertanggung jawab. 

Downloads

Published

2025-05-17

Issue

Section

Articles

How to Cite

Muhammad Hilal Nurazizi Saleh, Wulan Safitri, Andini Oktavia Widayanti, & Lina Marlina. (2025). Konsep Pajak dan Relevansinya Terhadap Perekonomian Islam Menurut Abu Yusuf. MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(5), 213-222. https://doi.org/10.62017/merdeka.v2i5.4442

Similar Articles

1-10 of 368

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>