Sosiologi Kelelahan Religius Siswa di Madrasah Aliyah Ar-Ridlo Pekuncen: Studi Tentang Tuntutan Akademik dan Kegiatan Keagamaan
DOI:
https://doi.org/10.62017/jppi.v3i4.7570Keywords:
Kelelahan religius, Kegiatan keagamaan, Madrasah Aliyah, Remaja, Strategi bertahanAbstract
Penelitian ini mengkaji fenomena kelelahan religius (religious fatigue) pada siswa Madrasah Aliyah (MA) Ar-Ridlo Pekuncen, sebuah institusi pendidikan Islam terpadu yang menggabungkan kurikulum nasional dengan intensitas kegiatan keagamaan berbasis pesantren. Beban ganda antara tuntutan akademik formal dan rutinitas spiritual yang padat meliputi hafalan Al-Qur'an, kajian kitab, shalat berjamaah, dan pembinaan karakter dapat memunculkan kondisi kelelahan emosional, fisik, dan spiritual pada siswa. Penelitian ini bertujuan memetakan praktik empiris kelelahan religius, menjelaskan relasi sosial yang bekerja di balik tuntutan tersebut, serta menilai implikasi sosiologisnya bagi pendidikan keagamaan di Indonesia. Pengamatan partisipan pasif, wawancara mendalam dengan siswa dan konselor bimbingan, serta pencatatan jadwal kegiatan, catatan kehadiran, dan catatan konseling semuanya digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan teknik kualitatif deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa kelelahan religius merupakan hasil dari konflik struktural antara tuntutan akademis dan agama serta kurangnya mekanisme pemulihan psikologis, bukan hanya fenomena teologis. Untuk mengatasi kendala institusional tanpa mengorbankan validitas sosialnya, siswa menggunakan berbagai metode penanggulangan (coping strategies) adaptif dan performatif. Menurut temuan penelitian, keseimbangan ekosistem sosial-emosional anak sama pentingnya dengan ketaatan ritual terhadap efektivitas pendidikan agama.










