Rekonstruksi Pembelajaran IPA di MI/SD dalam Mengatasi Miskonsepsi Siswa

Authors

  • Willdan Putra Daffa Sulthon Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author
  • Muhammad Suwignyo Prayogo Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author
  • M. Siddan Abdilla Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author
  • Abdul Jalal Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author

DOI:

https://doi.org/10.62017/jppi.v3i3.7367

Keywords:

konstruktivisme, miskonsepsi, pembelajaran IPA, rekonstruksi pembelajaran

Abstract

Pembelajaran IPA di MI/SD masih menunjukkan masalah empiris berupa tingginya miskonsepsi siswa akibat dominasi metode ceramah dan kurangnya pengalaman belajar langsung. Penelitian ini bertujuan merumuskan model rekonstruksi pembelajaran IPA yang efektif untuk mengatasi miskonsepsi serta mengidentifikasi bentuk dan penyebabnya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis isi terhadap berbagai artikel ilmiah relevan dalam rentang 10–15 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi bersifat sistematis pada konsep dasar seperti gaya, energi, dan perubahan wujud, yang dipengaruhi oleh pembelajaran teacher-centered, minimnya media konkret, serta evaluasi yang belum diagnostik. Rekonstruksi pembelajaran melalui integrasi konstruktivisme, konflik kognitif, inkuiri, dan pendekatan kontekstual terbukti lebih efektif dalam memperbaiki pemahaman siswa secara bertahap. Disimpulkan bahwa pembelajaran IPA perlu dirancang ulang secara holistik agar mampu memfasilitasi perubahan konsep secara bermakna. Implikasi penelitian ini adalah perlunya guru menerapkan desain pembelajaran yang aktif, reflektif, dan kontekstual untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di MI/SD.

Downloads

Published

2026-05-04

Issue

Section

Articles

How to Cite

Willdan Putra Daffa Sulthon, Muhammad Suwignyo Prayogo, M. Siddan Abdilla, & Abdul Jalal. (2026). Rekonstruksi Pembelajaran IPA di MI/SD dalam Mengatasi Miskonsepsi Siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI), 3(3), 250-261. https://doi.org/10.62017/jppi.v3i3.7367