Fungsi Budaya dalam Membangun Keharmonisan Masyarakat Multikultural

Authors

  • Aysse Feby Andini Universitas Sains Al-Qur’an Author
  • Wahyu Ika Ramadhani Universitas Sains Al-Qur’an Author
  • Nurul Mubin Universitas Sains Al-Qur’an Author

DOI:

https://doi.org/10.62017/jppi.v3i2.6348

Keywords:

Budaya, Harmonisasi, Identitas Sosial, Kohesi Sosial, Multikulturalisme

Abstract

Masyarakat multikultural kerap menghadapi tantangan berupa potensi konflik, stereotip, dan ketegangan sosial yang muncul akibat perbedaan etnis, agama, maupun tradisi, sehingga diperlukan mekanisme sosial yang mampu menjaga keharmonisan bersama. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi budaya sebagai instrumen penting dalam membangun kohesi sosial, mengurangi potensi konflik, dan memperkuat identitas kolektif dalam masyarakat multikultural. Menggunakan metode studi literatur yang menelaah sumber-sumber primer dan mutakhir, penelitian ini menemukan bahwa budaya berfungsi sebagai medium integrasi melalui nilai bersama, ritual komunal, bahasa simbolik, serta praktik sosial yang meneguhkan rasa memiliki antar-kelompok. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa pemeliharaan kebudayaan lokal, dialog antarkelompok, dan pendidikan multikultural menjadi faktor kunci dalam memperkuat kerukunan sosial. Penelitian menyimpulkan bahwa budaya tidak hanya menjadi sumber identitas, tetapi juga sarana rekonsiliasi dan stabilisasi sosial, meskipun implementasinya sering terkendala ketimpangan sosial, politisasi identitas, dan minimnya ruang interaksi lintas budaya. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya strategi penguatan budaya berbasis komunitas dan kebijakan publik yang mendorong ruang perjumpaan antar-kelompok untuk menjaga harmoni masyarakat multikultural secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2025-12-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

Aysse Feby Andini, Wahyu Ika Ramadhani, & Nurul Mubin. (2025). Fungsi Budaya dalam Membangun Keharmonisan Masyarakat Multikultural. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI), 3(2), 95-101. https://doi.org/10.62017/jppi.v3i2.6348