Kesetaraan sebagai Pilar Pendidikan Multikultural: Studi Literatur tentang Perspektif Teoretis dan Praktik Pendidikan Humanistik
DOI:
https://doi.org/10.62017/jppi.v3i2.6343Keywords:
kesetaraan, pendidikan multikultural, humanisme, inklusi sosial, studi literaturAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis konsep kesetaraan (equality) sebagai pilar utama dalam pendidikan multikultural melalui pendekatan studi literatur. Kajian ini didasarkan pada analisis tujuh artikel ilmiah terbuka (open access) yang relevan dengan topik kesetaraan, pendidikan multikultural, dan humanisme. Pendidikan multikultural tidak sekadar menanamkan toleransi, tetapi juga menegakkan nilai keadilan sosial dan pengakuan terhadap keberagaman manusia sebagai dasar hubungan pendidikan yang setara. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa kesetaraan menjadi inti dari proses pendidikan humanistik yang berorientasi pada penghargaan terhadap martabat manusia, keadilan gender, inklusi sosial, dan penghapusan diskriminasi struktural di sekolah. Temuan menunjukkan bahwa praktik kesetaraan dalam pendidikan multikultural dapat diwujudkan melalui pembelajaran kolaboratif, kurikulum inklusif, serta penerapan kebijakan Gender, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) sebagaimana diuraikan dalam kurikulum Merdeka. Kajian ini menyimpulkan bahwa penerapan nilai kesetaraan dalam pendidikan multikultural merupakan prasyarat untuk membangun sistem pendidikan yang demokratis, adil, dan menghargai kemanusiaan.









