Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal sebagai Cermin Multikulturalisme Masyarakat Pegunungan Dieng
DOI:
https://doi.org/10.62017/jppi.v3i1.6197Keywords:
budaya, identitas, multikulturalisme, Ruwatan Rambut Gimbal, tradisiAbstract
Penelitian ini menelaah tradisi Ruwatan Rambut Gimbal di masyarakat Pegunungan Dieng sebagai cermin multikulturalisme yang tercermin melalui praktik keagamaan, adat, dan interaksi sosial antarkelompok masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana tradisi ini membentuk identitas budaya sekaligus menjadi medium penghormatan terhadap keberagaman nilai dan kepercayaan. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tokoh adat, pemangku budaya, dan keluarga pemilik rambut gimbal di Desa Dieng Kulon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ruwatan Rambut Gimbal tidak hanya berfungsi sebagai ritual penyucian tetapi juga mencerminkan toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan keterpaduan sosial masyarakat. Praktik ini mempertahankan keaslian adat sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika modern, sehingga memberikan solusi autentik terhadap tantangan pelestarian budaya dalam konteks pluralisme. Temuan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana teori multikulturalisme dapat diterapkan untuk memahami integrasi nilai tradisi lokal dan modernitas. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan kontekstual dalam pendidikan multikultural serta pelestarian budaya lokal sebagai sarana memperkuat identitas dan kohesi sosial.









