Efektifitas Cara Belajar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Listrik SMK Teknologi Galela
DOI:
https://doi.org/10.62017/jppi.v1i4.1411Keywords:
cara belajar efektif, hasil belajar, faktor yang mempengaruhiAbstract
Cara belajar yang efektif melibatkan strategi seperti pengulangan, elaborasi, organisasi, dan pembentukan hubungan antara materi yang dipelajari. Penerapan metode belajar yang tepat dapat membantu siswa dalam memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Di sisi lain, pendekatan belajar yang kurang efektif, seperti sekadar membaca atau menghafal materi, dapat menghambat kemampuan siswa dalam mencapai pemahaman yang mendalam. Tingkat pencapaian akademik dapat mencerminkan seberapa baik siswa menguasai kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum, dan juga memberikan umpan balik kepada guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, banyak siswa yang belum mencapai hasil belajar yang memuaskan, terutama dalam mata pelajaran yang dianggap sulit. Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kecerdasan, motivasi, minat, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan psikis siswa. Lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat juga memainkan peran penting dalam membentuk hasil belajar siswa. Observasi awal di SMK Teknologi Galela, khususnya pada siswa Jurusan Listrik, menunjukkan bahwa banyak siswa belum mengoptimalkan penerapan cara belajar yang efektif. Banyak siswa cenderung hanya menghafal materi tanpa memahami konsep secara mendalam, yang berdampak pada hasil belajar yang kurang memuaskan. Faktor-faktor ini tercermin dalam kehadiran siswa yang kurang maksimal, kurangnya partisipasi dalam praktikum, minimnya minat dalam membaca, kesulitan dalam membuat laporan praktikum, serta kurangnya konsentrasi belajar yang terfokus. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang efektivitas cara belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa Jurusan Listrik di SMK Teknologi Galela. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional, dengan tujuan untuk melihat seberapa besar kaitan antara variabel-variabel yang terlibat. Data tentang interaksi cara belajar diukur melalui angket yang diberikan kepada 30 peserta didik. Hasil angket menunjukkan bahwa rata-rata interaksi cara belajar siswa adalah 86,76 dengan simpangan baku 7,285713. Sementara itu, mean dari prestasi belajar siswa adalah 87,00 dengan standar deviasi sebesar 7,527727. Hasil penelitian juga mengindikasikan nilai Chi-square sebesar 30,226, yang menggambarkan adanya hubungan yang signifikan secara sangat kuat antara metode belajar dan prestasi belajar siswa. Selanjutnya, koefisien kontingensi (KK) dipergunakan untuk mengukur seberapa erat keterkaitan antara variabel yang terlibat. Nilai KK yang didapatkan adalah 0,707, menunjukkan adanya korelasi yang cukup tinggi antara metode belajar dan prestasi belajar siswa. Dengan demikian, faktor cara belajar cenderung mempengaruhi hasil belajar secara signifikan.









