ENTREPRENEURSHIP CAPACITY BUILDING (ECB) KELOMPOK MANGROVE WILAYAH PESISIR DESA PANGKALAN JAMBI KABUPATEN BENGKALIS
DOI:
https://doi.org/10.62017/jpmi.v1i2.117Keywords:
Peningkatan Kapasitas, Pemberdayaan, Kewirausahaan, MangroveAbstract
Kelompok nelayan membutuhkan pembinaan yang mencakup peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan terkait pembudidayaan mangrove sehingga menjadi icon daerah atau mampu mengurangi tingkat abrasi yang signifikan di desa pangkalan jambi. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendorong masyarakat untuk menjadi lebih kreatif dan mengembangkan sumber daya yang potensial untuk membantu Kelompok Nelayan Mangrove mendapatkan uang. Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang budidaya mangrove dan keterampilan mereka, terutama untuk kelompok sasaran, yaitu kelompok Harapan Bersama. Kegiatan ini dilakukan di Desa pangkalan jambi, kecamatan bukit batu, kabupaten bengkalis, dengan metode yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Pengabdian ini dilakukan menggunakan model Enterpreneurship Capacity Building (ECB), yang terkait erat dengan kemampuan berwirausaha dan pembuatan produk inovatif dari mangrove. Mitra dalam pengabdian ini adalah Semua anggota PKK dan Kelompok Nelayan Harapan Bersama yang mengikuti acara ini. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengolah bahan mangrove menjadi bahan makanan dan menjadi produk jajanan makanan yang lebih kreatif. Salah satu hambatan awal program ini adalah masyarakat tidak tahu cara menanam dan membudidayakan tanaman mangrove yang baik dan benar, yang menyebabkan beberapa bibit tidak tumbuh dengan baik pada awal penanaman. Oleh karena itu, kelompok nelayan mangrove memerlukan dukungan dan pendampingan teratur. Agar kelompok nelayan dapat membudidayakan mangrove, yang akan berdampak pada ekonomi kelompok, pendampingan harus terus diberikan. Nilai dari program ini adalah keberlanjutan.