Nilai Pikukuh Masyarakat Baduy sebagai Model Pertanggungjawaban dalam Perspektif Akuntansi Sosial
DOI:
https://doi.org/10.62017/jimea.v3i2.6847Keywords:
Akuntansi Sosial, Kearifan Lokal, Masyarakat Baduy, PertanggungjawabanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memaknai nilai Pikukuh masyarakat Baduy sebagai model pertanggungjawaban dalam perspektif akuntansi sosial. Latar belakang penelitian didasarkan pada dominasi paradigma akuntansi modern yang berorientasi ekonomi dan positivistik, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi nilai-nilai etika, moral, dan kearifan lokal masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang membahas akuntansi sosial, kearifan lokal, serta sistem nilai masyarakat Baduy. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pikukuh berfungsi sebagai sistem norma yang mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta membentuk mekanisme pertanggungjawaban moral dan sosial yang dijalankan secara kolektif. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesederhanaan, tanggung jawab, transparansi, dan keberlanjutan yang terkandung dalam Pikukuh memiliki kesesuaian substantif dengan prinsip-prinsip akuntansi sosial, termasuk tanggung jawab non-ekonomis dan triple bottom line. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai Pikukuh berpotensi menjadi model alternatif pertanggungjawaban akuntansi sosial yang kontekstual, etis, dan berkelanjutan, serta dapat memperkaya pengembangan teori dan praktik akuntansi berbasis kearifan lokal.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alifia Ramadani Gusmawan, Yuli Aryanti, Nabila Alfairus, Anisa Nuraeni (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










