Pengaruh Profitabilitas, Arus Kas Operasi, dan Ukuran Perusahaan terhadap Financial Distress Sektor Consumer Cyclicals di BEI pada Saat dan Setelah Pandemi COVID-19
DOI:
https://doi.org/10.62017/jimea.v3i1.6084Keywords:
Arus Kas Operasi, Consumer Cyclicals, COVID-19, Financial Distress, Profitabilitas, Ukuran PerusahaanAbstract
Studi ini bermaksud untuk melihat pengaruh profitabilitas, arus kas operasi, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan di sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada saat dan setelah COVID-19, serta membandingkan tingkat financial distress pada kedua periode tersebut. Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di BEI pada tahun 2020-2024, dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang menghasilkan 67 perusahaan sebagai objek penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM PLS) dengan bantuan software WarpPls 8.0, sedangkan pengukuran financial distress menggunakan model Zmijewski. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap financial distress pada saat COVID-19, namun tidak berpengaruh setelah COVID-19. Arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap financial distress baik saat maupun setelah COVID-19, sedangkan ukuran perusahaan hanya berpengaruh signifikan pada saat COVID-19. Selain itu, ditemukan adanya perbedaan tingkat financial distress antara periode saat dan setelah COVID-19, di mana kondisi keuangan perusahaan menunjukkan perbaikan setelah COVID-19.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sylvhia Rachanie, Ilham Wahyudi , Rico Wijaya Z (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










